Kwarran Tanah Grogot Gelar Pelatihan Administrasi Gugus Depan untuk Perkuat Tata Kelola Pramuka
- Sapar_Admin Kwarcab Paser
- 13 May 2026
- 79 Views
Tanah Grogot — Semangat pembenahan tata kelola organisasi Gerakan Pramuka terlihat kuat dalam kegiatan Pelatihan Administrasi Gugus Depan yang dilaksanakan oleh Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Tanah Grogot pada Rabu, 13 Mei 2026 di Aula SMKN 1 Tanah Grogot.
Kegiatan yang diikuti puluhan pembina dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA ini menjadi salah satu langkah nyata Kwarran Tanah Grogot dalam menjawab berbagai persoalan administrasi yang selama ini masih banyak terjadi di tingkat Gugus Depan.
Mulai dari tidak tertatanya buku administrasi, lemahnya pengarsipan, tidak konsistennya surat menyurat sesuai jukran, hingga banyaknya Gugus Depan yang belum melaksanakan Musyawarah Gugus Depan (Mugus) secara rutin menjadi latar belakang utama pelaksanaan kegiatan tersebut.
Pelatihan ini turut dihadiri oleh Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Tanah Grogot, Ka Melly, Ketua Kwartir Cabang Paser Drs. Suwito yang di wakili Ketua Harian Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Paser, Ka H. Nasradin, Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Kecamatan Tanah Grogot sekaligus Camat Tanah Grogot, Ka Abdul Rasyid, serta narasumber dari Kwartir Cabang Pasere, Saparuddin dan Adi.
Dalam sambutannya, Ketua Mabiran Tanah Grogot, Ka Abdul Rasyid, menegaskan bahwa administrasi bukan hanya persoalan teknis, melainkan pondasi penting dalam membangun organisasi yang sehat dan profesional.
“Selama ini administrasi sering dianggap pekerjaan tambahan, padahal administrasi adalah jantung organisasi. Organisasi yang besar tidak akan berjalan baik tanpa administrasi yang tertib. Melalui pelatihan ini, kita ingin membangun budaya organisasi yang lebih disiplin, lebih tertata, dan lebih profesional,” ujar Ka Abdul Rasyid.
Beliau juga mengaitkan kegiatan ini dengan visi pembangunan Kabupaten Paser, yaitu Paser TUNTAS. Menurutnya, semangat Paser TUNTAS tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan tata kelola organisasi.
“Gerakan Pramuka memiliki peran besar dalam pembentukan karakter generasi muda. Maka pembinanya juga harus terus berkembang, termasuk dalam kemampuan administrasi dan tata kelola organisasi. Ini bagian dari semangat Paser TUNTAS,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Kwarran Tanah Grogot, Ka Melly, menyampaikan bahwa pelatihan ini lahir dari hasil identifikasi langsung terhadap kondisi administrasi Gugus Depan di lapangan.
Menurutnya, masih banyak pembina yang memiliki semangat tinggi dalam membina peserta didik, tetapi terkendala dalam pengelolaan administrasi yang baik dan berkelanjutan.
“Kita melihat banyak Gugus Depan aktif melaksanakan kegiatan, tetapi administrasinya belum tertata. Ada yang belum rutin mengisi buku administrasi, arsip belum rapi, bahkan ada yang belum memiliki legalitas pembina yang lengkap. Karena itu, pelatihan ini dibuat agar para pembina memiliki pemahaman dan keterampilan yang lebih baik,” jelas Ka Melly.
Beliau berharap kegiatan tersebut tidak berhenti hanya pada pelatihan semata, tetapi benar-benar diterapkan di Gugus Depan masing-masing.
“Harapan kami sederhana, setelah pulang dari sini para pembina mulai menata administrasi Gugus Depannya sedikit demi sedikit. Kalau dilakukan bersama-sama, maka kualitas organisasi Pramuka di Tanah Grogot akan meningkat,” lanjutnya.
Ketua Harian Kwarcab Paser, Ka H. Nasradin, dalam arahannya memberikan apresiasi terhadap langkah progresif yang dilakukan Kwarran Tanah Grogot. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi contoh positif dalam upaya penguatan organisasi di tingkat ranting.
“Saya mengapresiasi Kwarran Tanah Grogot karena mampu melihat kebutuhan nyata di lapangan. Pelatihan seperti ini sangat penting karena administrasi adalah bagian dari identitas organisasi. Kalau administrasi tertib, maka organisasi juga akan lebih mudah berkembang,” ungkap Ka H. Nasradin.
Beliau juga menekankan bahwa administrasi yang baik akan berdampak langsung terhadap pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia di Gerakan Pramuka.
“Banyak hak pembina yang akhirnya terkendala karena administrasi tidak tertib, termasuk dalam pengajuan penghargaan dan legalitas organisasi. Maka kegiatan ini sangat strategis,” tambahnya.
Pada pelaksanaan pelatihan, peserta mendapatkan materi langsung dari Pusdiklatcab Gerakan Pramuka Paser yang disampaikan oleh Ka Sapar dan Ka Adi.
Ka Sapar menjelaskan bahwa salah satu tantangan terbesar Gugus Depan saat ini adalah membangun konsistensi administrasi.
“Masalahnya bukan pembina tidak mampu, tetapi sering kali belum ada sistem yang sederhana dan konsisten dijalankan. Karena itu kami mencoba memberikan pola administrasi yang lebih mudah diterapkan,” ujar Ka Sapar.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya tata naskah dinas, arsip organisasi, pengelolaan laporan kegiatan, serta legalitas pembina melalui Musyawarah Gugus Depan.
Sementara itu, Ka Adi menekankan pentingnya perubahan pola pikir pembina terhadap administrasi. “Administrasi jangan dianggap beban. Administrasi itu alat untuk menjaga keberlangsungan organisasi. Kalau administrasi rapi, maka program kerja akan jelas, data anggota tertata, dan organisasi akan lebih mudah berkembang,” katanya.
Kegiatan berlangsung dengan suasana aktif dan interaktif. Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi diskusi maupun praktik langsung penyusunan administrasi Gugus Depan.
Melalui kegiatan ini, Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Tanah Grogot berharap dapat mendorong lahirnya budaya administrasi yang lebih tertib, modern, dan profesional di seluruh Gugus Depan, sehingga mampu mendukung kemajuan Gerakan Pramuka serta pembentukan karakter generasi muda di Kabupaten Paser. (rdn)

Related Posts
Comments are disabled for this post.

